Menurut Kantor Berita ABNA,Juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman terkait maksud Trump dengan uji coba misil super duper menuturkan, berkenaan dengan masalah ini Gedung Putih yang harus menjelaskan, saya tidak punya informasi apapun.
Sementara itu Jubir Gedung Putih, Kayleigh McEnany mengatakan, dalam masalah ini Presiden Amerika, dan Pentagon harus memberi penjelasan.
Trump hari Jumat (15/5) dalam jumpa persnya mengaku Amerika memproduksi rudal yang 17 kali lipat lebih cepat dari rudal-rudal yang ada sekarang.
"Secara mengagetkan kami memproduksi peralatan militer yang tidak pernah dilihat siapapun sebelumnya, dan karena kami memiliki banyak musuh, maka tidak ada jalan lain selain ini," ujarnya.
Presiden Amerika menegaskan, kami memiliki rudal yang dapat disebut sebagai rudal super duper. (HS)